Pesanten bukan lagi
isilah yang asing bagi masyakat. Setiap orang akan patuh dan hormat ketika
mendengar kata itu. Mereka beranggapan bahwa setiap orang yang dari pesantren
itu adalah mereka yang berilmu tinggi dan sepatutnya dijadikan sebagai ushwah
hasanah
Suatu hari seorang kusir menghantar santri
ketempat pemondokannya. Ketika balik ia melewati satu masjid yang cukup ramai
jamaahnya. Dan ia pun berniat untuk sholat berjamaah di masjis tersebut. Dan
kebetulan sang imam tak dapat hadir pada saat itu. Tak ada satu pun jamaah yang
siap untuk menggantikan sang imam. Semua perhatian tertuju pada si kusir lalu
mereka bertanya
“kamu
dari mana?”
tanpa
ragu-ragu si kusir menjawab” saya dari pesantren,”
mendengar kata pesantren semua jamaah memohon
kepada si kusir agar bersediah menjadi imam. Dan dengan terpaksa si kusir itu akhirnya
menjadi imam.
Pada
rakaat pertama ia membaca surat Al ikhlas. Si kusir menyakini bahwa surat-surat
di dalam Al quran itu tidak boleh dibolak-balik ( harus berurutan). Dan lebih
paranya ia hanya hapal surat al ikhlas itu. Maka pada saat sujud ia memikirkan
surat apa yang harus ia baca pada rakaat kedua. Semua jamaah berkata dalam hati
“ betapa khusuknya orang dari pesantren ini
sholat”. Kemudian si kusir itu melihat jendela terbuka dan ia keluar lewat
jendela itu. Setelah lama sujud salah seorang dari jamaah itu bangun dan
melihat sang imam telah menghilang. Lalu ia berkata lantang
ALLAH HUAKBAR....... ALLAH HUAKBAR...... sungguh telah
datang seorang wali Allah kepada kita dan sekarang ia telah menghilang. Lalu
semua jamaah bangun dan bersama-sama meneriakkan takbir Allah Akbaaaar......
sungguh telah datang kepada kami. Sementara si kusir itu pergi tergesa-gesa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar