mawar

wellcome

singgah kuday negal mang cik

Selasa, 15 Desember 2015

Si kusir yang disangka wali


Pesanten bukan lagi isilah yang asing bagi masyakat. Setiap orang akan patuh dan hormat ketika mendengar kata itu. Mereka beranggapan bahwa setiap orang yang dari pesantren itu adalah mereka yang berilmu tinggi dan sepatutnya dijadikan sebagai ushwah hasanah
Suatu hari seorang kusir menghantar santri ketempat pemondokannya. Ketika balik ia melewati satu masjid yang cukup ramai jamaahnya. Dan ia pun berniat untuk sholat berjamaah di masjis tersebut. Dan kebetulan sang imam tak dapat hadir pada saat itu. Tak ada satu pun jamaah yang siap untuk menggantikan sang imam. Semua perhatian tertuju pada si kusir lalu mereka bertanya
 “kamu dari mana?”
 tanpa ragu-ragu si kusir menjawab” saya dari pesantren,”
 mendengar kata pesantren semua jamaah memohon kepada si kusir agar bersediah menjadi imam. Dan dengan terpaksa si kusir itu akhirnya menjadi imam.
 Pada rakaat pertama ia membaca surat Al ikhlas. Si kusir menyakini bahwa surat-surat di dalam Al quran itu tidak boleh dibolak-balik ( harus berurutan). Dan lebih paranya ia hanya hapal surat al ikhlas itu. Maka pada saat sujud ia memikirkan surat apa yang harus ia baca pada rakaat kedua. Semua jamaah berkata dalam hati
“ betapa khusuknya orang dari pesantren ini sholat”. Kemudian si kusir itu melihat jendela terbuka dan ia keluar lewat jendela itu. Setelah lama sujud salah seorang dari jamaah itu bangun dan melihat sang imam telah menghilang. Lalu ia berkata lantang
ALLAH HUAKBAR....... ALLAH HUAKBAR...... sungguh telah datang seorang wali Allah kepada kita dan sekarang ia telah menghilang. Lalu semua jamaah bangun dan bersama-sama meneriakkan takbir Allah Akbaaaar...... sungguh telah datang kepada kami. Sementara si kusir itu pergi tergesa-gesa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar