Dan jadilah kamu orang yang mengambil
manfaat setiap hari dengan bertambahnya ilmu dan berenanglah kedalam lautan yang
penuh dengan hikmah (syaikh al zarnuji)
Syair
inilah yang pernah diajarkan oleh usradz fauzun adzim kepadaku ketika aku
menjadi santri di pondok pesantern pancasila bengkulu. ketika seseorang
berangkat meninggalkan kampung halamannya dan pergi merantau artinya ia sudah berani meninggalakan daratan
indah tempat kehidupannya dan siap berenang kedalam satu lautan. Tapi persoalan
kedua ialah apakah anda hanya berdiam diri ketika sudah barada dalam lautan
itu? Percayalah padaku jika anda berada di tengah laut dan tak ada usaha untuk
berenang maka anda akan tenggalam dan terombang
ambing oleh setiap gelombang yang siap menghancurkan mu. tapi ketika anda berusa untuk tenang dan berusaha untuk berenag maka secara perlahan anda akan mengarung lautan itu dengan menikmati betapa indahnya terumbu karang dan semakin dalam anda berenag maka akan semakin banyak yang anda peroleh dan jika anda berenang sampai pada dasar laut itu maka anda akan menemukan sesuatu yang sangat indah itu yaitu mutiara yang tersembunyi di balik karang- karang di dasar laut itu.
ambing oleh setiap gelombang yang siap menghancurkan mu. tapi ketika anda berusa untuk tenang dan berusaha untuk berenag maka secara perlahan anda akan mengarung lautan itu dengan menikmati betapa indahnya terumbu karang dan semakin dalam anda berenag maka akan semakin banyak yang anda peroleh dan jika anda berenang sampai pada dasar laut itu maka anda akan menemukan sesuatu yang sangat indah itu yaitu mutiara yang tersembunyi di balik karang- karang di dasar laut itu.
Lalu aku
bertanya dan mengeluh tentang perkara ku yang sangat sulit belajar dan
mengadukan rasa cemburu aku ketika aku duduk termenung diatas atap masjid,
perhatianku terarah kejalan raya di bawah pesantren. Aku perhatikan satu
persatu setiap anak sekolah yang mengendarai sepeda motor membonceng
pasangannya. Malam-malam hanya nongkrong bersama teman atau mungkin nonton film
kesukaan, sinetron dan lain sebagainya. Dekat dengan orang tua sanak pfamili
dan setiap orang yang mereka sayang. Seolah-olah mereka menemukan suatu
kehidupan yang sebenarnya. Sedangkan keberadaanku di pesanttren kesepian,
terpenjara, tak ada yang peduli denganku, jiwa ku selalu memberontak ingin
keluar dari belenggu ini dan ingin hidup merdeka seperti mereka yang ku
perhatikan di jalan raya itu. Keputusan dan tekad tuk menjadi seorang santri
telah bulat dengan niat merubah dunia, meninggalkan semua kehidupan di kampung
dan memulai kehidupan baru di pesantren. Tergagap melihat perbedaan budaya dan
suasana, serta terkondisikan untuk bergaul dengan berbagai suku.
Tapi entah mengapa secepat itu pikiran berubah?
Hari-hari yang kulalui laksana jarum jam
yang terhenti, seolah-olah menjadi orang yang paling menyesal masuk pesantren.
Jiwa membrontak, pikiran tak pernah hadir dalam pesantren melainkan selalu
melayang-layang membayangkan seandainya aku sekolah di SMK sebagaimana yang di
anjurkan oleh ayah. Hati kerap dilanda kegalauan, tak jarang ku ingin lari dari
rantau dan pulang ke kampung halaman. Namun
enggan tuk meminta pindah karena masuk pesantren adalah pilihan sendiri.
Untuk
menjawab suatu keluhan ini sang ustadz memberikan satu syair lagi kepadaku
bersumber dari syaikh Al Zarnuji
Aku melijhat kamu
menginginkan suatu kemuliaan ( kesuksesaan) tapi kamu tidak akan sukses hingga
kamu menjadi hina
Beliau menjelasan
dengan sangat rinci kepadaku tentang syair ini. Lalu aku berkata kalau demikian
aku ingin melihat kehinaan seperti apa yang akan menghampiriku. Sejak saat itu
aku mulai mengubah mindset ku bahwa hidup di pesantren adalah suatu kebanggaan
bagiku dan satu saat nanti aku akan membangun satu pesantren modern yang mampu
dijangkau oleh mereka yang lemah dengan menyiapkan lapangan kerja untuk wali
santri. Dan mendidik setiap santri melebihi ketika aku didik di pondok pesantrenku
tercinta. Amin ya robbal alamin...............................................
Eh... jangan lupa ya. Dalam kehidupan dirantau
itu setiap 1 penderitaan dibalas dengan 2 kebahagiaan dan 3 pengalaman. semoga
sukses milik kita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar