mawar

wellcome

singgah kuday negal mang cik

Selasa, 15 Desember 2015

Kikir Pada Diri Sendiri

Suatu desa hidup seorang yang kaya banyak istrinya namun ia sangat kikir termasuk pada dirinya sendiri ia sangat enggan untuk makan sesuatu yang enak walau hartanya berlimpah. Suatu hari hujan yang sangat deras ia numpang berteduh di sebuah rumah milik orang miskin, ia hanya berteduh di teras rumah itu, dan ketika si miskin itu mengajaknya untuk masuk ia menolaknya karena ia berpikir hal ini akan menjadi utang budi kepada si miskin itu dan satu saat ia harus membayarnya. Namun si miskin itu tetap mempersilahkan masuk akhirnya ia bersedia masuk dengan catatan tidak di sediakan kopi karena ia pikir ini akan menambah hutang budinya.
Akhirnya si miskin itu memenuhi permintaannya dan ia masuk kedalam rumah itu untuk berteduh, tanpa ia ketahui si miskin itu telah menyiapkan berbagai macam makanan yang sangat lezat yang ia pun belum pernah mencicipinya seumur hidupnya. Lalu ia berkata
 “bukankah saya tidak mau anda menyediakan kopi untuk ku?”
 lalu si miskin itu menjawab “ lihatlah apakah tersedia segelas kopi di antara makanan-makanan ini?”
lalu ia bertanya “ hai si miskin siapa sebenarnya anda?” si miskin itu tersenyum dan berkata “ ketahuilah bahwa saya sebenarnya adalah seorang pengamat!’
 lalu ia sangat keheranan dengan pernyataan si miskin itu dan berkata lagi “ apa maksud anda?”
si miskin itu kembali tersenyum dan menjawab “ iya, saya adalah pengamat orang-orang yang seperti anda.
Ketika anda yang sudah rentah ini mati aku akan nikahi istrimu lalu menjadi ahli waris dari semua hartamu yang berlimpah itu.” Betapa terkejutnya ia mendengar ungkapan si miskin itu dan segara bangun dari tempat duduknya dan berkata saya harus pulang.
Si miskin itu berkata “ hujan semakin deras sebaiknya anda berteduh dan menyantap makanan ini’’ ia berkata “terima
kasih” dan ia langsung pulang kerumahnya walau hujan sangat lebat.

Keesokan harinya ia langsung membeli segala macam kebutuhan dan makanan yang enak. Istrinya sangat heran melihat perubahan yang terjadi pada suaminya itu lalu bertanya’ kenapa anda berubah dari hari-hari sebelumnya?” ia menjawab “ saya adalah pekerja keras yang tak pernah menikmati hasil setiap usaha kerasku itu dan aku tak mau ketika aku mati kau di nikahi oleh si miskin yang berada di ujung desa itu lalu mengambil semua harta kekayaanku yang selama ini ku kumpulkan?” dan akhirnya ia sadar bahwa selama ini ia sangat kikir walau terhadap dirinya sendiri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar